Asahan, NusaNEWSTV.com – Baru saja selesai dikerjakan, pembangunan rabat beton Dusun III, Desa Baru, Kecamatan Pulo Rakyat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, sudah kupak-kapik. Selain itu, vulume dan pagu anggaran di plank proyek juga tidak terpasang di lokasi pekerjaan.
Pasalnya, pembangunan rabat beton yang baru dibangun menggunakan anggaran Dana Desa tahun 2024 itu terkesan asal jadi. Bahkan, ada indikasi dugaan pencurian volume saat dikerjakan sekitaran bulan Maret-April 2024 kemarin.
Betapa tidak, campuran adukkan semen, air, pasir dan batu koral tidak sebanding sehingga mengakibatkan mutu pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Kata Mawardi didampingi warga lainnya saat dikonfirmasi kemarin.
Hal itu dibuktikan dengan ditemukan banyaknya keretakan dibeberapa titik disepanjang jalan pembangunan rabat beton yang baru dibangun di dusun III itu. Aneh juga, baru dibangun kok sudah retak-retak ya, tanya warga itu.
Menanggapi persoalan itu, Kepala Desa Baru, Ajirun yang dicoba dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (5/6/2024) mengungkapkan bahwa retaknya rabat beton tersebut diakibatkan armada roda enam yang melintasi jalan tersebut dengan muatan maksimal 8 ton sehingga pada sisi kiri dan kana bangunan tersebut terjadi kerusakan, katanya.
Sementara sambung dia lagi, kapasitas rabat beton itu ketahanannya adalah tiga atau empat ton dan yang melintas adalah roda empat bukan roda enam. Saat ditanya apakah ada plank larangan roda enam melintas dipasang di lokasi tersebut, Kades ini pun mengaku tidak memasangnya.
“Secara lisan memang sudah kita sampaikan ke warga bahwa jalan yang baru dibangun ini hanya dilalui roda empat. Dan kemarin kita jumpai sama pemilik armada minta supaya jalan rusak yang dilintasi mereka segera diperbaiki,”ucapnya.
Dia menjelaskan, anggaran untuk pembangunan rabat beton di Dusun III Desa Baru ini sebesar Rp.179 juta dengan lebar 2 meter dan panjang 375 meter. Menurutnya pembangunan rabat beton ini sesuai dengan RAB, katanya.
Sementara Camat Pulo Rakyat, Muhammad Syarif, AR, S.STP, ketika diminta tanggapannya terkait persoalan itu telah menyarankan agar Kades segera memperbaikinya. “Sudah kita sampaikan ke Kades nya supaya diperbaiki,”ujar mantan Lurah Selawan ini.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga desa saat berada di lokasi pembangunan rabat beton tersebut pada Rabu (5/6/2024) lewat sambungan selulernya menyebutkan sepanjang jalan rabat beton itu ditambal sulam. Ironisnya, bukan malah lebih bagus eh lebih parah kondisinya, kata warga. (ZN)





























