Asahan, NusaNEWSTV.com – Diduga pungli dana 13 kelurahan dipotong sebesar 25 persen dari pagu anggaran senilai Rp.200 juta per kelurahan, Camat Kota Kisaran Barat bakal dilaporkan ke aparatur hukum. Dalam waktu dekat kita laporkan. Kata Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Solidaritas Sosial Pendukung Aspirasi Masyarakat (SS-PAMA) Asahan, Hery Noto, Kamis (26/9/2024) di Kisaran.
Dugaan pengutipan sejumlah uang di 13 kelurahan itu berdasarkan informasi dan pengakuan beberapa Lurah yang minta namanya dirahasiakan. Mereka mengaku kalau anggaran dana kelurahan yang dikelolanya itu dipotong 25 persen. “Ya, dana kelurahan dipotong 25 persen. Pencairan tahap pertama baru 90 jutaan lebih,” kata Lurah.
“Dana 13 kelurahan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Asahan tahun 2024 senilai Rp.2,6 miliar digunakan untuk kegiatan sosialisasi, MTQ, Nasid dan fisik. Pemotongan dana kelurahan ini terkesan dipaksakan. Karena itu, kita minta tim saber pungli Kepolisian, Kejaksaan dan APIP segera memeriksa Camat Kota Kisaran Barat,” tegas Hery.
Dia berharap sejumlah Lurah di 13 kelurahan ini perlu buka suara agar kasus ini diusut tuntas. Pemeriksaan terhadap Lurah perlu dilakukan karena merupakan langkah awal dan petunjuk bagi penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan tentang terjadinya dugaan pungutan liar (pungli) dana kelurahan di Kecamatan Kota Kisaran Barat.
Dia juga meminta surat pertanggungjawaban (SPj) dana kelurahan yang dikelola pihak kelurahan itu juga diperiksa. Pihaknya menduga jangan-jangan SPj dana kelurahan hanyalah diatas kertas belaka namun penuh perekayasaan semata. Mari kita buka-bukaan soal anggaran kegiatan dana kelurahan tersebut, tegas Hery.
Menanggapi dugaan pemotongan dana kelurahan terancam dilaporkan ke penegak hukum, Camat Kota Kisaran Barat, Rahmad Aris Munandar yang dipercayakan memimpin Kelurahan Bunut, Bunut Barat, Kisaran Barat, Sidomukti, Dadi Mulyo, Kisaran Barat, Kisaran Baru, Kisaran Kota, Mekar Baru, Sei Renggas, Sendang Sari, Sidodadi, Sidomukti, Tebing Kisaran dan Kelurahan Tegal Sari, yang dicoba dikonfirmasi lewat selulernya hingga berita ditulis tak berkomentar.
Sebelumnya, Camat Kota Kisaran Barat, Muhammad Aris Munandar yang memimpin 13 kelurahan baru-baru ini mengaku pencairan dana kelurahan baru 50 persen dan ada kendala dilapangan. Terkait isu yang beredar soal pengutipan dana kelurahan sebesar 25 persen itu, mantan ajudan Bupati ini tegas membantahnya. “Tidak benar itu bang, tidak benar isu yang berkembang itu,” terang Aris. (ZN)





























