Asahan, NusaNEWSTV.com – Dugaan hubungan perselingkuhan salah satu Direktur rumah sakit di Kisaran berinisial KRS ini mencoreng nama baik pimpinannya. Betapa tidak, JRM merupakan seorang wanita magang di rumah sakit ini diduga menjadi selingkuhan oknum Direktur dan meminta uang Rp.1 juta lewat chatting WhatsApp (WA) milik Hp sang Direktur.
Naasnya, belum sempat ditransfer, chatingan JRM yang statusnya masih punya suami itu sempat dibaca oleh isteri Direktur berinisial MLA yang saat itu Hp dipegangnya. Akibatnya, wanita yang masih berusia sekitaran 34 tahun ini dilabrak istri Direktur. Suasana rumah sakit inipun heboh karena terjadi pertengkaran. Kata sumber melalui pesan messenger, Selasa (22/4/2025) di Kisaran.
Dikatakan sumber, keluarga pasien yang sedang berkunjung saat itu sempat menyaksikan adu mulut sesama wanita itu. Bahkan, para dokter, bidan dan perawat di rumah sakit ini merasa kaget setelah mendengar adanya dugaan hubungan terlarang antara Direktur dengan wanita magang tersebut.
Peristiwa yang memalukan itu terjadi pada bulan Maret 2025 yang lalu. Sebelumnya, Direktur yang tak tau malu ini diduga juga pernah selingkuh dengan kepala ruangan di rumah sakit berinisial YRS dan status nya PNS dan punya suami. Ironisnya, Direktur KRS ini meminjam uang kepada YRS sebesar Rp.30 juta, beber sumber.
“Terlalu sombong dan tidak ada wibawa jadi seorang pemimpin. Tapi itu lah namanya muka tembok. Sampek-sampek kepala ruangan tempat bekerja pegawai magang itu pun malu karena melihat pegawainya didatangi istri sah si kawan itu,” ujar sumber lagi.
Tiba-tiba sambung sumber, istri sah kawan itu marah-marah sama yang magang. Karena selingkuhan si kawan itu yang magang minta uang 1 juta dan di chat lewat Hp si kawan. Sementara istri sah kawan itu lagi pegang hp si kawan dan terlihat lah chatingan WhatsApp pegawai yang magang ini minta uang 1 juta, cetus sumber.
“Seorang pemimpin yang tau hanya selingkuh dan gak punya malu nya itu. Seorang pemimpin tak ada etika yang diperbanyak hanya selingkuhan saja. Baru ini seorang Direktur tidak menunjukkan sikap seorang pemimpin. Kabarnya lagi, inisial HES pegawai dirumah sakit ini diduga juga sempat jadi garapan Direktur,” kata sumber.
Menyikapi persoalan itu, Direktur KRS yang dicoba dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (23/4/2025) sekira pukul 12:18 Wib hingga berita ini ditulis tak menanggapi. Sementara, wartawan ini masih berusaha mencari nomor Ponsel/WA MLA isteri dari Direktur untuk memastikan apakah benar ada chatingan dari WhatsApp JRM ke WhatsApp Direktur yang meminta uang sebesar Rp.1 juta. Namun, usaha ini belum berhasil. (ZN)





























