Asahan, NusaNEWSTV.com – Cafe Nes Bar di Jalan Abdy Setya Bhakti Kelurahan Sei Renggas, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut) meresahkan warga setempat. Cafe yang diduga tempat geleng-geleng kan kepala itu tak jauh dari Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Asahan, Subdenpom Kisaran dan rumah ibadah.
Cafe yang beroperasi disinyalir hingga larut malam ini ramai didatangi para pengunjung berpakaian rok mini dan pria hidung belang. Kabarnya, Cafe inipun diduga menyediakan barbagai jenis minuman beralkohol. Bahkan, video geleng-geleng kepala yang terekam dilokasi Cafe Nas Bar sempat viral di media sosial (medsos) jadi perbincangan masyarakat asahan.
Meskipun Sat Pol PP Kabupaten Asahan telah memberikan teguran secara tertulis kepada pemilik Cafe, namun pihak pengusaha diduga tidak mengindahkannya. Masyarakat setempat yang tinggal di Kelurahan Sei Renggang dan Sidodadi ini merasa tidak nyaman akibat lantunan musik yang terdengar dari Cafe tersebut.
Warga meminta dinas terkait segera menutup Cafe yang sudah mengganggu ketentraman dan kenyamanannya. Keresahan masyarakat ini membuat MUI Kabupaten Asahan angkat bicara. Kita selalu berpendapat setiap yang namanya tempat maksiat, tempat judi dan tempat usaha berbaur maksiat harus ditutup.
“Kita sangat mendukung Pemkab Asahan untuk segera bertindak untuk menutupnya,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan, H. Salman Tanjung, lewat selulernya, Rabu (23/10/2024) di Kisaran.
Permintaan yang sama juga disampaikan oleh Ketua Forum Ummat Islam (FUI) Kabupaten Asahan, Budi Irawan. Budi mengatakan, praktik itu jauh dari norma islam dan adat istiadat asahan yang religius. Intinya kata dia, Pemkab Asahan harus serius menertibkannya.
“Jangan sampai asahan yang religius ini hanya menjadi slogan dusta di asahan. Untuk itu, kita minta dinas terkait segera menertibkan dan menutupnya. Tidak ada lagi yang namanya penjualan miras, narkoba dan wanita malam,”ungkap Budi. (ZN)




























