Asahan,NusaNewsTV.com Puluhan massa yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Reformasi (GEMPAR) Kabupaten Asahan menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan, Selasa (5/6/2026) sekira pukul 11:30 WIB.
Massa yang datang dengan mengendarai sepeda motor dan betor, sembari membawa spanduk dan soundsystem meminta Kejari Asahan segera memanggil dan memeriksa mantan Kadis Porapar Kabupaten Asahan, Drs Witoyo dan Kabid Olahraga Taufik.
Mereka menuding, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) diduga korupsi dana hibah pada Cabang olahraga (Cabor) yang diberikan dinas setiap tahunnya.
“Kami minta Kejari Asahan segera memanggil dan memeriksa mantan Kadis Porapar Asahan dan Kabid Olahraga. Mereka diduga kuat aktor korupsi yang menggerogoti anggaran Disporapar, Asahan,” tegas Raihan Panjaitan dalam orasinya .
Selain itu, kata Raihan, kedatangan kami ke kantor kejaksaan ini bertujuan untuk melaporkan semua kasus dugaan korupsi ditubuh Disporapar Asahan.
“Gemppar hari ini secara resmi melaporkan dugaan kasus korupsi Disporapar Asahan ke PTPS. Semoga laporan kami segera diproses dan ditindaklanjuti,” ujar Raihan
Sementara, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Asahan, Heriyanto Manurung, SH, dalam sambutannya kepada massa GEMPPAR Asahan menyarankan agar memasukkan laporan secara resmi disertai melengkapi dengan bukti-bukti yang ada dan cukup.
“Silahkan adik-adik mahasiswa melaporkan kasus dugaan korupsi Disporapar Asahan ke PTSP Kejari Asahan. Kalau sudah dilaporkan, akan segera kita proses untuk dilakukan penyelidikan,” ujar Kasi Intel.
Mendengar saran dari Kasi Intel, Ketua GEMPPAR Asahan, Raihan Panjaitan secara resmi melaporkannya ke PTSP Kejari Asahan.
Sebelumnya, massa GEMPPAR melakukan aksi damai di Kantor Disporapar Kabupaten Asahan, Jalan Madong Lubis Kisaran. Dikantor itu, massa diterima Kabid Olahraga, Taufik. Oleh massa, Taufik dikasih kartu kuning sebagai tanda kinerjanya yang dinilai buruk.
Selanjutnya, masa bergerak ke Kantor Bupati Asahan Jalan Jenderal Sudirman Kisaran. Dikantor Bupati Asahan ini, tak satupun pejabat yang menerima mereka hingga massa akhirnya bergeser ke Kantor Kejaksaan Negeri Asahan.(ZN)











