Asahan, NusaNEWSTV.com – Dianggap penuh intrik dan manipulatif, Linda Sari Agustina seorang peserta yang ikut berkompetisi pada pencalonan KPAD Kabupaten Asahan ini terpaksa tersenggol oleh tim seleksi (tim sel) KPAD Kabupaten Asahan.
Rasa kekecewaan dan ketidakadilan inipun menjadi tanda tanya bagi dirinya. “Apa yang ditakutkan dari seorang Linda Sari Agustina”. Kalimat itulah yang pantas diucapkan wanita paruh baya ini hingga dia memposting status di media sosial (medsos) menjadi viral. Melihat postingan dimedsos ini, Linda Sari Agustina dibanjiri komentar oleh netizen.
Menurutnya, Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Asahan ini dianggap penuh intrik, manipulatif dan syarat kepentingan. Betapa tidak, nomor 2 bisa tersenggol beralih ke peserta nomor 10, ujarnya saat dikonfirmasi lewat seberang telepon, Kamis (8/1/2026) di Kisaran.
Mantan Komisioner KPUD Asahan ini mengungkapkan, seleksi tertulis dengan 10 pertanyaan tidak mencantumkan nama dan hanya nomor. Artinya, nilai murni dan menu pertanyaan juga tentang pendapat anda tentunya menjadi salah satu penilaian subjektif dan relatif, tuturnya. “Mirisnya lagi, 2 nama peserta nilainya melambung tinggi dan bisa ya pola pikir dan pendapat seperti bunglon dalam waktu 5 hari secepat kilat,” katanya kecewa.
Dari hasil test tertuli sambung dia, Linda Sari Agustina itu adalah rangking 2 dan bahkan wawancara rangking 4. Baik tertulis, wawancara ataupun penggabungan, Linda Sari Agustina tetap posisi, bebernya.
Dan jika bila dikaitkan dengan makalah, maka makalah adalah persyaratan administrasi dan bukanlah penilaian. Mari kita transparan dan berkata jujur sehingga tidak terjadi rasa kebohongan yang mencoreng nama baik Pemkab Asahan, ungkapnya. “Terima kasih tim sel yang sportif karena telah mengumumkan hasil di media sehingga publik mengetahui betapa kotornya kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan,” tutupnya.
Menanggapi persoalan dinilai tidak transparan dan tidak jujur itu, Tim Seleksi KPAD Kabupaten Asahan, Komis Simanjuntak yang dicoba dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menjelaskan, yang pertama penilaian pansel itu ada 3 unsur dengan bobot yang berbeda. “Jadi, nilai yang dimaksud di fb itu tidak sama dengan nilai akhir dari pansel. Disitu yang ditunjukkan hanya 2 unsur dan tanpa pembobotan”,katanya. (ZN)





























