Unsyah Provinsi Aceh Ingin Bantu Pemkab Pakpak Bharat Terkait Pengelolaan dan Pengembangan Nilam

Date:

 

Pakpak Bharat, NusaNEWSTV.com – Pihak Universitas Syah Kuala (Unsyah), Provinsi Aceh menyatakan keinginannya untuk membantu Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, terkait pengelolaan dan pengembangan komoditi tanaman nilam yang berkualitas tinggi.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Atsiri Research Center (ARC) Unsyah, Dr Ir Syaifullah Muhammad ST ME kemarin ketika menerima kunjungan rombongan dari Pemkab Pakpak Bharat di Aceh. Dikatakan Syaifullah, untuk memenuhi kualitas, sesuai standar kebutuhan pasar dunia, diperlukan penanganan serius dari hulu hingga proses pengolahan sampai hilir.

Asalkan siap bekerja sama, pihaknya bersedia menyumbangkan kontribusi positif.
Diilustrasikan, pengelolaan dan perlakuan membutuhkan kebermanfaatan publik dan berbagai pihak yang harus dihadirkan bersamaan dengan pengembangan inovasi pengolahan nilam. Penelitian panjang yang ARC telah lakukan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, kini meningkatkan aktifitas enam (6) desa binaan. Ekstrak nilam mampu diekspor hingga sebanyak 21 kali.

Berkat memanfaatkan adopsi teknologi, sebagai temuan inovasi baru, hasil suling nilam menjadi lebih jernih. Tentunya harga semakin tinggi dibanding yang dihasilkan dari cara suling tradisional. Harga tetap stabil karena kualitas barang dihasilkan terjamin. Pedagang pengumpul tidak bisa lagi menentukan harga dengan suka-suka. “Kami pihak ARC mulai berfikir untuk membuat produk turunan, agar minyak nilam yang dihasilkan petani bisa terus dihargai dengan nilai tinggi,”sebut Syaifullah.

Ditambahkan, saat ini ARC telah memiliki jenis produk baru, termasuk parfum, peraeatan kulit, sabun, cairan cuci tangan hingga pengharum ruangan. Parfum dari bahan nilam diakui lebih disukai konsumen. Terbukti, 40 persen dari total produk yang beredar di pasaran adalah berasal dari bahan dasar nilam.

Sementara, Wabup Pakpak Bharat memberikan pemaparan seputar kondisi pengelolaan nilam di daerah tersebut masih dengan pola tradisional. Hal itu, menyebabkan mutu dan nilai jual yang relatif rendah.

Sekaitan itu, pihaknya membutuhkan sebuah sistim budidaya nilam yang terencana.
Pengembangan potensi minyak atsiri di Kabupaten Pakpak Bharat didukung dengan lahirnya instruksi kepala daerah setempat untuk menginisiasi pengembangan berkelanjutan. Dalam pertemuan tersebut mengorbitkan sebuah kesepakatan kerja sama antara kedua belah pihak. (Cibro)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Serahkan SK Program Indonesia Pintar, Wali Kota Tebing Tinggi Minta Kepala Sekolah Bekerja Adaptif dan Berintegritas

    Tebing Tinggi, NusaNEWSTV.com - Wali Kota Tebing Tinggi, H....

Wali Kota Tebing Tinggi Pimpin Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Merdeka

  Tebing Tinggi, NusaNEWSTV.com - Pemerintah Kota Tebing Tinggi menggelar...

Ribuan Warga Tebing Tinggi Padati Lapangan Merdeka Meriahkan Semarak HUT ke-81 RI

  Tebing Tinggi, NusaNEWSTV.com - Ribuan warga Kota Tebing Tinggi...

Oknum Pegawai Tata Usaha PUPR Sumut UPTD PUPR Tebing Tinggi Bersikap Arogan Saat Dikonfirmasi

  Tebing Tinggi, NusaNEWSTV.com - Dinas PUPR Provinsi Sumatra Utara...