Beranda / Daerah / Kegiatan Pembangunan Saluran Drainase Ruas Jalan Tebing Tinggi Batas Sergai Sipispis Diduga Tidak Sesuai RAB

Kegiatan Pembangunan Saluran Drainase Ruas Jalan Tebing Tinggi Batas Sergai Sipispis Diduga Tidak Sesuai RAB

 

Sedang Bedagai, NusaNEWSTV.com – Proyek pengerjaan pembangunan saluran drainase yang berlokasi di pondok seng, Desa Marjanji, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara dengan nama kegiatan pembangunan saluran drainase ruas jalan Tebing Tinggi – batas Sergai Sipispis diduga tidak sesuai dengan RAB.

Dengan jumlah dana.Tiga milyar lima ratus tiga juta tiga ratus lima puluh empat ribu rupiah Rp (3.503.354.000) sumber dana APBD Provinsi Sumatera Utara, kontraktor pelaksana CV Atika Utama Shakti, Nomor kontrak (802/UPTD.PUPR.TT/KPA/4343/2024) tanggal kontrak 13 Agustus 2024, jangka waktu pelaksana 120 hari.

Di saat melintas ke Desa Marjanji, Selasa (10/9/2024). awak media melihat di lokasi pembangunan saluran drainase, pasalnya di lokasi pengerjaan proyek saluran drainase tersebut tidak ditemukan dipapan plang informasi volume panjang berapa meter, lebar berapa meter, dan kedalaman berapa meter saluran drainase, bahan yang digunakan batu koral, pasir, semen, diduga dengan campuran semen, pasir tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB) pengerjaan saluran drainase baru beberapa hari yang sudah di plaster, sudah berompalan dinding saluran drainasenya.

Saat dimulainya pekerjaan tanggal kontrak 13 Agustus 2024 rekanan sudah memasang papan informasi proyek agar pengawas lapangan dari instansi terkait dan juga seluruh masyarakat mengetahui dan bisa memonitoring pekerjaan tersebut. Menurut narasumber yang tidak mau disebutkan namanya di lapangan, pekerjaan proyek pembangunan saluran drainase mulai disorot warga setempat, maupun warga yang melintas dari lokasi pembangunan. Narasumber mengatakan, pekerjaan proyek yang sudah berjalan sampai saat ini, pekerjaan proyek tersebut diduga ada kejanggalan

Hal inilah yang menjadi sorotan, bahwa pekerjaan drainase ini diduga proyek siluman, karena sama sekali tidak adanya volume panjang berapa meter, lebar berapa meter, dan kedalaman berapa meter, volume tersebut tidak tertulis di papan nama informasi proyek saat melaksanakan kegiatan pekerjaan.

Pada pekerjaan proyek saluran drainase, terpasang papan nama informasi proyek terindikasi sebagai salah satu trik dugaan untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggaran dari APBD. Padahal pemasangan papan nama informasi proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan.

Masih kata narasumber, bahwa pekerjaan proyek pembangunan saluran drainase mulai disorot warga setempat maupun warga yang melintas dari lokasi pembangunan, tutup nara sumber. Di saat itu pelaksana maupun Konsultan, pengawas tidak berada di lokasi, sehingga awak media belum berhasil melakukan komfirmasi hingga berita ini diterbitkan. (Tamsi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *