Korban Laka Meninggal Akibat Ambulance Puskesmas Tak Bisa Dipinjam, Sapma IPK Minta Pjs Bupati Copot Kadinkes dan Kapus BP Mandoge

Date:

 

Asahan, NusaNEWSTV.com – Korban kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) meninggal akibat mobil Ambulance Puskesmas BP Mandoge tak bisa dipinjam pakaikan. Satuan Pelajar Mahasiswa Ikatan Pemuda Karya (Sapma IPK) Kabupaten Asahan, meminta Pjs Bupati Asahan segera mencopot Kadis Kesehatan Kabupaten Asahan, dr Hari Sapna, MKM, karena dinilai menimbulkan segudang permasalahan, kata Ketua Sapma IPK, Nanda Erlangga, Kamis (14/11/2024) di Kisaran.

Pencopotan itu terkait pihak Puskemas Bandar Pasir Mandoge yang tidak memberi pinjamkan mobil Ambulance kepada masyarakat bernama Josafat Sirait (21) yang mengalami kecelakaan pada Jumat malam (1/11/2024) lalu di Desa Huta Padang, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

Berdasarkan informasi yang kita diperoleh kata dia, Puskesmas setempat tidak memberikan izin untuk menggunakan mobil Ambulance saat Josafat Sirait ini mengalami darurat. Akibat tidak diberikannya mobil ambulance milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan kepada warga yang membutuhkan pertolongan itu, akhirnya Josafat dibawa pakai mobil pribadi dan dalam perjalanan Josafat meninggal dunia.

“Kami meminta Kepala Puskemas Bandar Pasir Mandoge dan Kepala Dinas Kesehatan Asahan segera dicopot dari jabatannya karena dianggap gagal mengutamakan kesehatan masyarakat yang sedang kritis. Ya setidaknya lebih diutamakanlah keselamatan masyarakat yang butuh pertolongan itu,” ungkap Nanda.

Dia menyebut, Dinas Kesehatan memang menjadi pembicaraan publik khususnya dikalangan masyarakat asahan. Bukan saja hanya gagal meningkatkan kesehatan, melainkan bobroknya sistem birokrasi pada dinas tersebut. Pantauan wartawan baru -baru ini, adanya aksi unjuk rasa yang sebelumnya sering terjadi di Dinas Kesehatan Asahan tentang desakan pencopotan Kadinkes Asahan.

“Sebelumnya, masyarakat juga sempat menyoroti dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan berbiaya Rp.18 miliar yang diduga dikorupsi oleh Kepala Dinas Kesehatan sebesar 20%. Berdasarkan temuan dilapangan, realisasi anggaran tersebut diduga tidak sesuai disalurkan,” kata Nanda.

Menanggapi persoalan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, dr Hari Sapna, MKM yang dicoba dikonfirmasi lewat selulernya tak berkomentar. Dan kabarnya, Kadis Kesehatan sedang berada di ruang Unit Tipikor Polres Asahan pada Kamis (14/11/2023) sekira pukul 10:00 Wib. Kedatangan mantan Direktur RSUD HAMS Kisaran ke Polres Asahan itu belum diketahui penyebabnya. Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Asahan, Purwanto hingga berita ini ditulis juga tak menanggapinya. (ZN)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Akses Jalan ke Kuta Gamber, Kempawa dan SMA Negeri 1 Tanah Pinem Kembali Normal

  Dairi, NusaNEWSTV.com - Akses transportasi menuju Desa Kuta Gamber,...

Perpustakaan Raja Naga Jambe Laksanakan Akreditasi, Pemkab Siap Berbenah

  Dairi, NusaNEWSTV.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi terus mendorong...

65 Tahun Bank Sumut, Bupati Dairi: Sinergi dengan Pemkab Sudah Sangat Baik dan Produktif

  Dairi, NusaNEWSTV.com - Bupati Dairi Ir. Vickner Sinaga diwakili...

Pesta Njuah Njuah 2026 Resmi Ditutup, Bupati: Jangan Sampai Kehilangan Akar Budaya

  Dairi, NusaNEWSTV.com - Pesta Budaya Njuah-Njuah yang berlangsung selama...